World vs Terrorism or West vs Islam?

June 12, 2008 at 5:40 pm Leave a comment

Kenapa teroris bagi amerika identik dengan timur tengah?

Atau kenapa orang yang berjenggot, memakai gamis, celana menggantung, dan namanya berwarna islam selalu dicurigai sebagai teroris?

Saat ini bukan hanya Amerika serikat yang menyatakan dengan lantang akan memerangi terorisme, namun hampir seluruh dunia termasuk Indonesia pun menyatakan hal yang sama. Sadarkah kita, bagi Amerika dan dunia barat, Islam adalah terorisme itu sendiri?

Saya akan mulai ini dengan peristiwa 11 September 2001, saat dua pesawat komersil dilaporkan menabrak menara World Trade Center (WTC) di New York AS. Saya yakin beberapa diantara kita telah mengetahui bahwa peristiwa 11 September adalah konspirasi tingkat tinggi pihak-pihak tertentu dan yang dijadikan kambing hitam adalah Al-Qaeda dengan Osama Bin Ladein sebagai otaknya. Jika anda belum mengetahuinya, saya tidak akan memberikan fakta-fakta mengenai hal tersebut melainkan beberapa pertanyaan yang bisa anda jawab sendiri.

Bagaimana CNN mendapatkan tempat yang strategis untuk mengambil gambar peristiwa saat kedua pesawat komersil menabrak menara WTC di saat yang sangat tepat? Apakah menara baja yang dibangun di tengah New York (pasti arsiteknya tidak sembarangan) dapat runtuh hanya karena ditabrak pesawat? Cara jatuhnya menara kembar WTC seperti hasil ledakan dinamit, apakah anda setuju? Bagaimana bisa seseorang melakukan panggilan telpon di atas pesawat dengan kecepatan tinggi? Apakah mungkin amerika tidak memiliki radar untuk mengamankan wilayahnya? Ke mana para US Air Force?

Apakah anda dapat menjawabnya?

Lalu AS menginvasi Irak dengan alasan minyak (eh.. maksud saya karena Irak diduga memiliki senjata pemusnah massal). Dapat kita bayangkan, baru diduga saja AS sudah seperti jagoan menyerang negara orang seenaknya. Lagipula menurut saya senjata pemusnah massal yang ada saat ini adalah Nuklir, dan AS adalah salah satu negara yang memilikinya. Setelah gagal memaksa Irak menjadi moderat, AS gengsi mengatakan bahwa ia kalah seperti yang telah terjadi di Vietnam. AS terus menempatkan tentaranya di Irak dan menjadi negara yang sangat baik ingin membimbing Irak menjadi negara yang demokrat. Kemudian AS meminta maaf kepada dunia bahwa terdapat miss information tentang laporan adanya senjata pemusnah massal di Irak. Semudahitukah???

Setelah saya berpikir sangat lama, saya mengambil kesimpulan bahwa bisa saja senjata pemusnah massal di Irak itu adalah umat Islam itu sendiri. Tujuan AS menginvasi Irak menurut saya adalah untuk menghabisi umat Islam di Irak yang tidak semoderat umat Islam di Iran. Dari kesimpulan saya tadi saya berpendapat bahwa memang selama ini AS menyerang Islam, namun karena AS tidak berani menantang Islam untuk perang, maka AS memecah Islam. Untuk memecah Islam, ditaruhlah nilai-nilai demokrasi. AS membagi Islam menjadi tiga kelompok; Salafi, Moderat, dan Sekuler.

Salafi adalah termasuk umat islam yang benar-benar teguh menjalankan agamanya berdasarkan Al-Qur’an dan Hadist. Merekapun bisasanya menolak nilai-nilai demokrasi barat. Bagi umat salafi islam adalah agama yang sempurna, lalu untuk apa difleksibelkan dengan kemajuan jaman? Umat salafi rata-rata dituduh sebagai teroris.

Moderat atau jaringan Islam Liberal (JIL) adalah kelompok yang mengatakan bahwa demokrasi adalah bagian dari islam. Dan mereka terbuka dengan segala perubahan jaman. Moderat biasanya mengatakan bahwa semua agama itu sama. Jihad bukanlah perang bagi moderat. Umat moderat biasanya adalah umat islam yang diasuh oleh Barat. Mereka adalah golongan islam yang dirangkul oleh barat. Bagi salafi, moderat adalah musuh dalam selimut.

Sekuler adalah umat islam yang benar-benar memisahkan nilai-nilai agama dari kehidupan mereka. Mereka tahu agama mereka apa, namun mereka biasanya tidak tahu seperti apa agama mereka. Bagi barat umat sekuler adalah orang-orang bodoh yang dapat di goda dengan kenikmatan dunia. Uang, seks, narkoba, westernisasi, dll.

Kita termasuk yang mana?

Apapun golongan kita, barat sedang mengawasi kita. Kita sedang diserang.

Ada yang bilang bahwa umat islam seperti semut yang selalu bergotong royong dan saling menyapa saat bertemu.

Ada yang bilang bahwa umat islam seperti lebah yang menghasilkan sesuatu yang baik dari sesuatu yang baik. Dan menyerang bersama-sama saat sarangnya di ganggu.

Saya pikir omongan itu omong kosong! Kita tidak seperti semut atau lebah. Kita lemah dan pengecut!

Pengecut karena kita diam padahal kita tahu kita didzalimi, dan pengecut karena serangan kita hanya sebatas menculik dan bom bunuh diri. One on one, bukan antara dunia dan teroris, tapi antara islam dan barat..

Opini saya subjektif dan jangan diterima begitu saja. Saya mungkin salah dan saya minta maaf jika saya salah. Saya bukanlah seorang agamis namun seorang pemikir bebas. Sama seperti plato, aristoteles, ataupun ibnu khaldun.

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

Hitler Yang Penakut Environmental Security – Perubahan iklim dan Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


 

June 2008
M T W T F S S
« May   Sep »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Recent Posts

Top Clicks

  • None

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.