Archive for September 10, 2008
pemilu 2009..
saat ini kita melihat banyak calon presiden dengan tidak malunya bertaburan memamerkan siapa yang memiliki pendukung terbanyak. para calon2 itu tidak segan mengeluarkan biaya kampanye untuk modal jadi presiden. “jika kita ibaratkan jabatan presiden itu adalahsebuah pekerjaan dan hanyalah social contract
belaka maka akan ada indikasi dia nanti akan mengatakan ‘baiklah, saya sudah mengeluarkan modal 5 miliar rupiah untuk kampanye, membayar si ini, si itu. saya akan melakukan tugas saya sebagai presiden tentunta bersama masyarakat Indonesia. saya tidak akan korupsi dan mengambil keuntungan atas jabatan saya.. paling tidak ijinkan saya untuk balik modal dulu lah…’ waw.. benarkah ini yang terjadi??
akan lebih baik jika calon adalah seorang yang cerdas dan berpotensi namun dia tidak usah repot2 kampanye dan mencalonkan diri.. namun rakyat yang mencalonkan dan memilihnya.. tidak ada modal yang keluar dari rekeningnya.. tidak akan ada fitnah.. modal satu2nya adalah aspirasi dan kepercayaan masyarakat dan saat itu sudah terjadi maka pemimpin itu akan berkata ‘saya bukanlah yang terbaik dari kalian semua, namun ini adalah kepercayaan.. saya tidak akan membiarkan modal saya menjadi presiden hangus begitu saja.. harus balik modal.. dan satu2nya modal saya menjadi presiden adalah amanah masyarakat Indonesia.. saya akan membayarnya kembali pada masyarakat Indonesia dengan berusaha
melakukan tugas dengan baik dan bertanggung jawab.. semoga jabatan ini tidak membuatpenyesalan di hari kiamat nanti…’ nah yang begini ini yang kita butuhkan!!!
1. Dari Abu Dzar ra dia berkata, “saya katakan kepada Rasulullah, ‘Apakah engkau tidak akan menempatkan saya pada jabatan tertentu?’ Rasulullah SAW bersabda, ‘Sesungguhnya engkau lemah sementara jabatan itu adalah amanah, di hari kiamat dia akan mendatangi penyesalan dan kerugian, kecuali bagi mereka yang menunaikannya dengan baikdan melaksanakan apa yang menjadi kewajiban atas dirinya’ (HR Muslim)
2. Dari Abu Musa ra dia berkata, “Aku masuk menemui Rasulullah saw dengan ditemani oleh dua orang dari bani ami. salah seorang dari mereka berkata, “Wahai Rasulullah, jadikan kami sebagai pemimpin untuk orang-orang yang berada di bawah kepemimpinanmu.” Yang kedua juga mengatakan demikian. Maka bersabdalah Rasulullah saw, “Demi Allah, sesungguhnya kami tidak akan memberikan jabatan ini kepada seseorang yang memintanya, tidak pula kepada orang yang sangat berambisi untuk mendapatkannya” (HR Muslim)
saya sendiri mengurungkan niat menjadi seorang presiden RI.. saya takut atas pertanggungjawabannya.. bukan apa2.. dulu saya bercita2 bahkan hampir obsesi menjadi presiden kelak.. namun.. setelah banyak berfikir saya harus mulai memimpin diri sendiri yang masih kacau balau.. hehehe… hidup Indonesia!!
Recent Comments